Kajian QS Ibrahim ayat 7-8



surat ibrahim ayat 7,8, QS ibrahim
QS Ibrahim ayat 7-8

Allah SWT berfirman : Wa idz ta’adzdzana Robbukum (dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkanmu). Ada hubungan ayat ini dengan ayat sebelumnya. Dalam ayat sebelumnya diberitakan tentang perkataan nabi Musa as terhadap kaumnya yang mengingatkan mereka mereka tentang besarnya nikmat Allah atas mereka.

Dalam ayat disebutkan: Dan (ingatlah), ketika musa berkata pada kaumnya: ”Ingatlah nikmat Allah atas mu ketika dia menyelamatkanmu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siska yang pedih,mereka menyembelih anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak perempuanmu;dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari tuhanmu” (QS ibrahim (14): 6).

Kemudian dilanjutkan ayat ini yang memberikan dorongan agar bersyukur atas nikmat-Nya sekaligus menyebutkan ancaman bagi orang-orang yang  mengingkarinya.

                Kata idz merupakan zharf li al-zaman al-mahdi (kata keterangan waktu lampau) yang berposisi sebagai maf’ul bih (obyek kaliamat) dengan fil’mahzhuf (kata kerja yang dihilangkan adalah udzkur (ingatlah).

                Sedangkan huruf wawu al-athf di awal ayat ini berguna menyambung dengan ayat sebelumnya. Oleh karena itu,sebagaimana dijelaskan al-alusi ayat ini termasuk dalam perkataan Musa as yang diberitakan Allah SWT. Kalimat daam ayat ini ma’thuf(disambungkan)dengan kata nikmatal-lah (kenikmatan allah). Sehingga maknanya :ingatlah nikmat Allah dan ingatlah ketika mengumumkanya

                Kata ta’adzdzna merupakan bentuk tafa”ala dari kata adzana . dalam bahasa Arab, bentuk tafa’ala terkadang digunakan untuk menyebut af ’ala;sebagamana kata aw’adtuhundan taw”adtuhu yang memiliki kesamaan makna ( aku memberi peringatan kepadanya).kata adzana berarti a’lama (memberitahukan). Sehingga,sebagai mana disebutkan Al jazairi dalam tafsiranya, frase ini bermakana a’alama  Rabbukum (tuhanmu memberitahukan kepadamu).

                Perkara yang di umumkan oleh Allah SWT adalah: la in syakartum la azidannakum (sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambahkan (nikmat)kepadamu). menurut al Asfahani, kata al syukr berarti tashawwur al-ni’mah wa izhariha (menggambarkan kenikmatan dalam benak dan menampakkannya). Fakhrudin Ar Razi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata tersebut untuk pengakuan terhadap kenikmatan baik memberi nikmat yang bisa di ketahui dengan penghormatan terhadap-Nya dan menempatkan jiwa dalam jiwa tersebut.

                Di jelaskan Ismail Haqqi dalam Ruh Al-Bayan ketika menafsiran QS Al- Kaustsar bahwa syukur di wujudkan dengan hati lisan dan perbuatan. Syukur dengan hati adalah mengetahui bahwa berbagai kenikmatan tersebut berasal dari-Nya juga dari yang lain. Syukur dengan lisan adalah dengan memuji dan memnyanjung memberi nikmat. Sedangkan bersyukur dengan pebuatan adalah dengan menggunakan kenikmatan tersebut dengan bersikap loyal dan rendah hati terhadap-Nya.

Ini sejalan dengan penjelasan Abdur Rahman Al Sa’di dalam tafsirannnya, Taysir Al Karim Al Rahman, Bahwa al syukr adalah pengakuan hai terhadap nikmat-nikmat Allah, Memuji-Nya atas kenikmatan tersebut, dan menggunakannya dalam keridhaan Allah SWT. Al Zamaksyari mengatakan dalam Al Kasysyaf, bentuk syukur tersebut di wujudkan dalam bentuk keimanan yang bersih dan amal shalih. Sahal Bin Abdullah, sebagai mana di kutip Al Qurthubi dalam tefsirnya, upaya sungguh-sungguh dalam ketaatan di sertai dengan meninggalkan kemaksiatan,  baik dalam keadaan sepi maupun ramai. Semua penjelasan tersebut menunjukkan bahwa syukur meniscayakan terhadap syari’ah.

Ketika itu dilakukan, maka akan di janjikan : la azidannakum (sungguh aku tambah kepadamu). Artinya, ditambah dengan kenikmatan. Fakhruddin Al Razi dalam mafatih Al Ghayb mengatakan, “ketahuilah, maksud ayat ini adalah penjelasan bahwa barang siapa menyibukkan dengan besyukur kepada nikmat-nikmat Allah, maka Allah akan menambahkannya dengan berbagai kenikmatan dari-Nya. “Bahwa yang akan di tambahkankepada orang yang bersyukur adalah kenikmatan.


                Ayat ini juga menunjukkan secara pasti bahwa balasan kebaikan akan kembali kepada pelakunya ini seperti di tegaskan Allah SWT dalam firman-Nya : dan barang siapa yang bersyukur untuk dirinya sendiri : dan barang siapa yang tidak bersyukur (QS Luqman (31):12)


Azab bagi yang mengingkari

Setelah dijelaskan balasan bagi orang yang bersyukur,  kemudian di jelaskan bagi orang berlaku sebaliknya. Allah SWT berfirman : wala in kafartum (dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)). Kata al Kufr bisa bermakna dhid al iman (kebaikan dari iman). Bisa juga berati zehud al ni’mah (mengingkari kenikmatan).

                Terhadap orang-orang yang mengingkari nikmat tersebut di ancam dengan azab-Nya. Allah STW berfirman: inna adzabi lasyadid (maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih). Menurut Al Nasafi, azab tersebut di dunia berupa di cabutnya nikmat, sedangkan di akhirat berupa siksa yang terus menerus.

                Termasuk dari nikmat dunia yang adalah rezeki. Kenikmatan rezeki tersebut bisa dicabut karena dosa-dosa yang dikerjakan hamba.

Nabi SAW bersabda:”Seseungguhnya seorang hamba dihalangi rezekinya di sebabkan dosa yang menimpanya.” HR. Ahmad dari Tsauban).

                Adanya ancaman yang keras itu menunjukkan bahwan perintah bersyukur tersebut berhukum wajib.



                Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah SWT berfirman: waqala musa in takfuruu antum wa man fil-ardhijamii’an (dan musa berkata: “jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah). Artinya, kamu ingkar kepada nikmat-nikmat Allah dan tidak mengimani-Nya.


                Kalaupun itu terjadi, maka: fa innallah la Ghaniyyun hamid (maka sesungguhnya Allah maha Kaya lagi maha Terpuji). Kata Ghaniyy berarti Allah tidak membutuhkan syukurmu dan tidak membuatnya berkurang sedikitpun. Sedangkan hamid, artinya Allah layak terhadap pujian karena kebesaran kenikmatan-Nya meskipun mereka tidak bersyukur. Atau, Dia dipuji oleh selain kalian, yakni para malaikat. Demikan penjelasan Al Syaukani dalam tafsirnya,

                Dengan demikian, pengingkaran yang dilakukan manusia sama sekali tidak memberikan pengaruh bagi Allah SWT. Sebaliknya, justru mendatangkan bahaya bagi pelakunya sebagaimana di tegaskan dalam ayat sebelumnya..

                Bertolak dari ayat-ayat ini, tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak bersyukur kepada-Nya, baik dengan hati, lisan maupun tindakan. Sebagaimana telah di terangkan di muka, bersyukur dengan tindakan adalah menaati syariah dan menerapkannya dalam kehidupan kaffah. Terhadap pelakunya, akan di berikan tambahan kenikmatan yang lebih besar. Namun sebaliknya, jika mengingkari nikmat-Nya, membangkang atas perintah-Nya, maka bersiaplah menerima azab yang sangat dahsyat.

(Disadur dari berbagai sumber)

2 Responses to "Kajian QS Ibrahim ayat 7-8"

  1. PERTAMA SAYA INGIN MENYAPA SEMUA PENGUNJUNG SITUS INI DENGAN KATA ASSALAMU ALAIKUM WR WB, SALAM KEPADA SEMUA SAUDARA2,MAAF SEBELUMNYA MAKSUD DAN TUJUAN SAYA HANYA INGIN BERCERITA SEDIKIT TENTANG PENGALAMAN SAYA BERSAMA KELUARGA BESAR SAYA,INI BUKAN REKAYASA ATAU PUN CERITA KARNA INI BENER BENER TERBUKTI SAMA SAYA.

    Perkenalkan saya MBAK FITRI SULISTIAWATI saya sangat berterimah kasih banyak kepada AKI atas bantuanya angka ghoib yang aki berikan kepada yaitu (9135) benar-benar tembus 100%, mohon maaf AKI ini pengalaman saya…waktu itu saya pernah minta bantuan pada seseorang yang mengaku pintar meramal angka jitu…dan saya harus belajar untuk mendapatkan angkanya sampai saya hutang sana sini tapi apa yang terjadi angka yang saya terimah ngak ada yang keluar mampus dalam hati kecil saya….dimana saya harus bayar hutan yang terlanjur menumpuk ,hingga akhirnya saya di kasih info kepada teman saya untuk menjadi member AKI MUPENG,dan ternyata angka ritual ghoib yang AKI kirim kepada saya ternyata jitu..akhirnya terbayar hutang saya ini dan akhirnya saya Membeli 1 unit rumah di Karawang, Tanah Kavling, dan franchise minimarket .hanya sekedar pengalaman saya…bagi anda yang mau mencoba angka ghoib dari AKI MUPENG silahkan hub/sms di nomor (''0852-9445-0976''),atau KLIK DISINI ngak usah ragu-ragu…karna saya sudah merasakanya..terimah kasih AKI MUPENG.
    KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET…

    Angka Ritual Gaib Singapura KLIK DISINI

    Angka Ritual Gaib Hongkong KLIK DISINI

    Angka Ritual Gaib Malyaisia KLIK DISINI

    Angka Ritual Gaib Sidney KLIK DISINI

    Angka Ritual gaib China KLIK DISINI


    BalasHapus
  2. terimakasih sudah sharing sangat bagus untuk dibaca

    ciri ciri musim hujan

    BalasHapus